Now Playing Tracks

Gugatan Ganti Rugi Karena Perbuatan Melawan Hukum (PMH)

Secara umum gugatan dalam perdata terbagi atas gugatan wanprestasi dan gugatan perbuatan melawan hukum (pmh). Suatu gugatan wanprestasi diajukan karena adanya pelanggaran dari kontrak (wanprestasi) dari salah satu pihak karena dasar dari gugatan wanprestasi adalah pelanggaran perjanjian, maka gugatan tersebut tak akan mungkin lahir tanpa adanya perjanjian terlebih dahulu. Selain gugatan wanprestasi dalam hukum acara perdata dikenal juga gugatan perbuatan melawan hukum (gugatan pmh), yaitu gugatan ganti rugi karena adanya suatu perbuatan melawan hukum (pmh) yang mengakibatkan kerugian pada orang lain. Dalam Pasal 1365 KUHPerdata juga telah mengakomodasi ketentuan tersebut, yang berbunyi :
Setiap perbuatan melawan hukum yang oleh karena itu menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian tersebut mengganti kerugian

Untuk dapat menuntut ganti rugi berdasarkan perbuatan melawan hukum, maka syarat yang harus dipenuhi adalah :
• Adanya perbuatan
perbuatan itu dapat bersifat aktif maupun pasif, dalam arti aktif berbuat sesuatu. Sedangkan pasif dapat diartikan sebagai bentuk tidak melakukan perbuatan apa-apa.
• Perbuatan tersebut melawan hukum
melawan hukum secara sempit dapat diartikan sebagai melanggar undang-undang. Pengertian itu merupakan pengertian klasik yang telah lama ditinggalkan, karena sebenarnya perbuatan yang tidak melanggar undang-undang pun terkadang juga merugikan. Saat ini istilah melawan hukum telah diartikan secara luas, yaitu tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan tapi juga dapat berupa :
1. melanggar hak orang lain;
2. bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku;
3. bertentangan dengan kesusilaan;
4. bertentangan dengan kepentingan umum.
• Adanya kesalahan
kesalahan yang dimaksud adalah berupa faktor yang menghubungakn antara pelaku dan perbuatannya yang melawan hukum tersebut. Unsur dalam adanya kesalahan ini dapat berupa kesengajaan maupun kelalaian (alpa).
• Adanya kerugian
kerugian tersebut dapat berupa materil maupun imateril, yang seandainya perbuatan melawan hukum (pmh) itu tidak ada maka kerugian itu tidak akan muncul.
• Adanya hubungan sebab-akibat (kausalitas) antara perbuatan melawan hukum (pmh) dengan kerugian
hubungan antara perbuatan melawan hukum (pmh) dan kerugian yang ditimbulkannya itu secara kausalitas harus secara langsung, yaitu perbuatan melawan hukum (pmh) tersebut secara langsung yang menyebabkan terjadinya kerugian, sebagai satu-satunya alasan munculnya kerugian (adequate verrorzaking). Kerugian itu harus merupakan akibat dari perbuatan pelaku, yang jika tanpa perbuatannya itu kerugian tersebut tidak akan muncul. Dengan terpenuhinya unsur-unsur diatas maka seseorang dapat menuntut ganti rugi atas dasar perbuatan melawan hukum (pmh).

Sekian,

We make Tumblr themes